Rabu, 27 Oktober 2010

Warak Ngendog


Kota Semarang memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadhan. Tradisi ini disebut dugderan. Dugderan berasal dari kata dug (bunyi bedug ditabuh) dan der (bunyi petasan). Alunan bunyi bedug dan petasan menyambut datangnya bulan Ramadhan kemudian menjadikan tradisi khas Semarang ini disebut dugderan.
Dugderan mirip dengan festival, di acara ini terdapat pasar rakyat yang menjajakan beraneka ragam barang. Kita bisa mendapatkan makanan, pakaian, asesoris, dan mainan anak-anak paling mendominasi pasar rakyat ini. Dan di hari terakhir bulan Ruwah (Sya'ban) akan digelar karnaval. Karnabal digelar satu hari menjelang bulan Ramadhan sebagai berita bahwa malam hari nanti bulan Ramadhan akan datang.
Karnaval dugderan menghadirkan satu ikon khas Semarang yang disebut "Warak Ngendog". Ikon khas Kota Semarang khususnya acara dugderan. Ikon "warak ngendog" tidak hanya sekedar nama, namun juga memuat ajakan-ajakan positif untuk menyambut bulan Ramadhan.
Ditinjau dari namanya, "warak" diambil dari kata "wara'" yang artinya menjaga. Warak diartikan marilah menjaga diri kita khususnya selama bulan Ramadhan.
Secara simbol warak ditampilkan dalam wujud binatang yang unik. Kepala warak digambarkan berupa perpaduan "kambing" dan "naga" melambangkan perpaduan budaya Cina dan Jawa di Kota Semarang. Warak ditampilkan ibarat monster, simbol makhluk yang mengerikan. Penampilan Warak yang menakutkan melambangkan nafsu manusia yang dapat membuat manusia lupa kepada tugasnya untuk beribadah kepada Allah.
Sifat nafsu ini harus dilawan, perlawanan terhadap nafsu ini disimbolkan dengan bulu-bulu warak yang ditampilkan melawan arah (jawa : njegrak). Binatang umumnya mempunyai bulu yang terarah ke kaki, namun warak mempunyai bulu yang terarah ke kepala, sebagai simbol melawan hawa nafsu.
Jika kita berhasil mengalahkan hawa nafsu ini, maka kita akan mendapatkan "endog" (telur). Endog ditampilkan sebagai telur berwarna putih, mengisyaratkan jiwa yang kembali putih bersih, fitri. Tentu saja juga menyimbolkan Hari Raya Idul Fitri, hari raya kembalinya manusia ke fitrah.
Warak ngendog, sebuah icon khas Indonesia ini menampilkan pesan "Marilah menjaga nafsu kita untuk mencapai hati yang fitri".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar